Islam Mosque
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 April 2014

Pelajaran Dari Tukang Kayu

Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya. Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu.  Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya.

Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah terbaik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan. Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah  pada si tukang kayu.  “Ini adalah rumahmu,” katanya, “hadiah dari kami.”
Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan  cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang terbaik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan selama ini dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri dengan penuh ketidak sempurnaan karena semata kelalaian kita.

Seandainya kita menyadarinya sejak semula, pastilah kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda. Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu. Kehidupan yang kita jalani, tak ubahnya kita sedang membangun sebuah rumah untuk kita tempati nanti selamanya. Apabila kita sungguh2 dalam menjalani kehidupan ini dengan penuh kebaikan, maka rumah yang akan kita tempatipun akan terasa nyaman, namun apabila kita menjalani kehidupan ini dengan penuh keburukan, maka yang kita rasakan nantipun tidak akan jauh berbeda. Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi. Hidup kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini.

Hari perhitungan adalah milik Tuhan, bukan kita, karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan kemenangan.

“Hidup adalah proyek yang kau kerjakan sendiri dan hasilnyapun akan dirasakan sendiri”.
Semoga kita bisa memanfaatkan sisa usia dengan penuh kebaikan.

Amin

Sumber: http://kisahmotivasiislam.wordpress.com

Jumat, 14 Juni 2013

Jempol Kakiku [cerpen tanpa dialog]



Oleh: -Ra

Titik hitam di sela kuku jempol kakiku…Aku selalu membencinya, muak melihatnya, dan sebel tiap kali ia selalu muncul kembali, tak aneh jika membersihkan titik hitam itu kuanggap salah satu hal utama yang harus aku lakukan. Biar kecil tapi bikin bete. Aku tak pernah membayangkan, bagaimana jadinya ketika aku memperagakan sepatu atau sandal keluaran terbaru disainer terkenal, lalu ada seseorang atau mungkin beberapa orang yang akan melihatnya. Annelies, Seorang model kondang, ternyata kuku jempol kakinya hitam, bernoda, kotor, dan tentu saja jorok. Bisa turun pasaranku. Bahkan karena kaki saja aku pernah mendapatkan kontrak sebesar tiga puluh lima juta sebulan hanya untuk dipajang sebagai iklan produk sandal wanita sebuah rumah fashion kelas dunia. Jadi, kurasa tidak salah kalau aku begitu memperhatikan keindahan dan kebersihan kuku kakiku yang tak mungkin kubiarkan kaku-kaku karena panas hingga menjadi pecah-pecah, kering, bau dan mengelupas. Amit-amit…




Sebuah cermin terpasang di dinding kamarku. Cermin berukuran satu setengah kali tinggi tubuhku. Kulihat seorang gadis sedang melipat kakinya, badan yang membungkuk, dan rambut panjang yang tergerai. Itu aku, sedang membersihkan titik hitam yang lagi-lagi nyelip di kuku kakiku. Sudah bersih. Aku tersenyum puas. Titik hitam itu untuk sementara menghilang, dan akan kembali lagi dua atau tiga hari lagi. bukannya aku jorok, tapi itu memang tak bisa kuhindari. Aku tak biasa kemana-mana memakai kaos kaki. Lagi pula, sayang sekali jika harus mengenakan kaos kaki sementara aku memakai sandal dan sepatu feminim dengan model keluaran terbaru, memperjelek fashion. Aku jarang membeli sepatu-sepatu yang biasa dikenakan dengan kaos kaki, tidak hobi. Maka aku hanya memakai kaos kaki ketika joging, tenis, atau mungkin memang diperlukan untuk acara sporty. 

Sabtu, 30 Maret 2013

Hidup





Ada masa dalam kehidupan ujian datang melanda dan bertimpa-timpa
Sehingga kita merasa tak mampu menghadapinya, terasa hampir putus asa
Pada saat seperti itu ingatlah apabila kita diuji, Dia bermaksud sedang dan selalu memperhatikan kita. Dia ingin kita memperbaiki diri kita dan Dia mau kita kembali memohon dan berdo’a kepadaNya
Dia sedang member peluang untuk memperbaiki hubungan kita denganNya
Dugaan datang dengan sebab, bukan kebetulan. Tabahkan hati kuatkan semangat dan kuatkan iman
Berdo’a dan berharap agar Allah senantiasa membantu kita untuk kembali ke jalan yang benar, jalan yang diridhoiNya
Sesungguhnya setiap oenyakit bala dan ujian merupakan kaffarat dosa kita yang telah lalu
Semoga Allah melindungi dan membimbing kita ke jalanNya. Aminn